Minggu, 01 Desember 2013

CPNS 2013



Pegawai Negeri Sipil (PNS), merupakan sebuah pekerjaan yang menuntut pengabdian terhadap Negara untuk melayani masyarakat. Bagi sebagian masyarakat Indonesia dan juga sebagian orang tua kita PNS merupakan pekerjaan yang paling diidam-idamkan atau bisa juga dikatan penentu status sosial dikalangan masyarakat. Hal ini terjadi karena dalam PNS begitu banyak kemudahan dan fasilitas yang bisa didapatkan antara lain uang pension tentunya yang mana dengan uang tersebut pada aakhir masa jabatan dapat digunakan untuk menikmati masa tua nantinya selain itu sistem penggajian yang baik, yang mana gaji PNS tentunya langsung dibiayai oleh Negara dan lebih enaknya lagi tak kenal terlambat, lain halnya ketika kita bekerja di pihak swasta, terutama swasta yang pendanaannya mengharapkan donor atau bantuan dari luar, tentunya hal ini menjadi kendala dalam sebuah aktivitas.

Hal inilah yang mendorong begitu antusiasnya beberapa masyarakat kita pun dengan para orang tua untuk mendorong anak-anak mereka untuk ikut seleksi CPNS dalam rangka untuk mendapatkan pekerjaan, baik itu melalui pemerintah Kota/Kabupaten, Propinsi, Perusahaan BUMN ataupun di Kementrian yang hampir tiap tahun membuka penerimaan pegawai baru. Ratusan bahkan ribuan orang mendaftarkan diri untuk ikut tes dengan posisi penerimaan tidak sampai 100 biasanya tapi jumlah formasi disesuaikan dengan kebutuhan instansi masing. Dalam catatan yang berhasil dihimpun diberbagai sumber media cetak terjatat lebih dari 1,600,000 pelamar yang mengikuti tes CPNS untuk formasi umum yang diadakan oleh pemerintah dan ujian serentak pada tanggal 3 November 2013. Akan tetapi hal ini tidak menyurutkan niat orang-orang untuk ikut tes penerimaan, kali-kali aja rezekikan, kenapa gak dicoba klo ada peluang.

Begitu banyak permasalahan yang mendera bangsa ini, ekonomi, transportasi, sosial, budaya sampai dengan keamanan dan industri. Sepertinya pemerintah hanya membangun pendidikan hanya untuk mencari pekrjaan, ijazah hanya dijadikan kertas usang untuk sekedar melengkapi persyaratan formal untuk menaikkan status kehidupan dalam masyarakat. Dalam fenomena masyarakat dalam bursa kerja di Indonesia sekarang ijazah bukan menjadi patokan dalam terpilihnya seseorang untuk menempati posisi strategis dalam sebuah institusi akan tetapi jika diswasta yang lebih ditonjolkan adalah pengalaman yang telah dijalani, semakin kita dalam mendalami sebuah bidang pekerjaan tertentu maka kita bisa menjadi ahli dalam hal tersebut sekalipun basic  pendidikan kita bukan disitu.

Contohnya adalah dalam sebuah perusahaan BUMN yang bergerak dibidang pelayanan jasa, seserang yang mengurusi konsumen yang seharusnya dia sebaiknya mempunyai latar pendidikan minimal adalah sarjana komunikasi ataupun berasal dari sosial akan tetapi dalam perjalanannya orang mengisi tempat tersebut berlatar belakang seorang apoteker, seorang apoteker tentunyanya ahli dalam meracik resep yang diberikan oleh dokter tentunya,

Bahkan dalam perjalan masuk ke Universitas, materi awal dalam orientasi tentunya pemahaman bahwa di fakultas apapun anda kuliah ada dapat bekerja di mana saja, bidang ekonomi, hukum, dan bidang lain tentunya.

Mengubah pandangan bahwa lapangan pekerjaan begitu luas haruslah dimiliki oleh setiap masyarakat Indonesia, terutama umat muslim. Dalam islam penekanan dalam hal memperoleh pekerjaan dan bekerja merupakan suatu hal yang diharuskan karena menafkahi istri dan anak-anak bagi yang sudah berkeluarga adalah hal yang diwajibkan. Bahkan bersedekah atau berinfaqpun menggunakan yang namanya “uang”. Yaa walaupun bentuknya tidak dibatasi tidak hanya berbentuk materi tentunya.

Lapangan pekerjaan tentunya bagitu banyak bahkan kita bisa ciptakan. Banyak para usahawan yang lebih sukses ketimbang dengan karyawan biasa, bahkan hanya dengan modal ketekunan pun kita bisa lebih sukses dari karyawan biasa.

Tidak ingatkah kita dengan kisah seorang pengusaha yang dikenal sering menggunakan celana pendek yang bahkan tidak menyandang gelar doktorpun tidak, sewaktu memulai usaha dengan menjajakan telur dari rumah-kerumah, dengan ketekunan dalam berusaha diapun mampu menguasai pasar penjualan telur di tempat tinggalnya dia dikenal dengan nama “Oom Bob”.

Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu (Q.S. Ath Thalaaq : 3).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar