Pegawai
Negeri Sipil (PNS), merupakan sebuah pekerjaan yang menuntut pengabdian
terhadap Negara untuk melayani masyarakat. Bagi sebagian masyarakat Indonesia
dan juga sebagian orang tua kita PNS merupakan pekerjaan yang paling diidam-idamkan
atau bisa juga dikatan penentu status sosial dikalangan masyarakat. Hal ini
terjadi karena dalam PNS begitu banyak kemudahan dan fasilitas yang bisa
didapatkan antara lain uang pension tentunya yang mana dengan uang tersebut
pada aakhir masa jabatan dapat digunakan untuk menikmati masa tua nantinya
selain itu sistem penggajian yang baik, yang mana gaji PNS tentunya langsung
dibiayai oleh Negara dan lebih enaknya lagi tak kenal terlambat, lain halnya
ketika kita bekerja di pihak swasta, terutama swasta yang pendanaannya
mengharapkan donor atau bantuan dari luar, tentunya hal ini menjadi kendala
dalam sebuah aktivitas.
Hal
inilah yang mendorong begitu antusiasnya beberapa masyarakat kita pun dengan
para orang tua untuk mendorong anak-anak mereka untuk ikut seleksi CPNS dalam
rangka untuk mendapatkan pekerjaan, baik itu melalui pemerintah Kota/Kabupaten,
Propinsi, Perusahaan BUMN ataupun di Kementrian yang hampir tiap tahun membuka
penerimaan pegawai baru. Ratusan bahkan ribuan orang mendaftarkan diri untuk
ikut tes dengan posisi penerimaan tidak sampai 100 biasanya tapi jumlah formasi
disesuaikan dengan kebutuhan instansi masing. Dalam catatan yang berhasil
dihimpun diberbagai sumber media cetak terjatat lebih dari 1,600,000 pelamar
yang mengikuti tes CPNS untuk formasi umum yang diadakan oleh pemerintah dan
ujian serentak pada tanggal 3 November 2013. Akan tetapi hal ini tidak
menyurutkan niat orang-orang untuk ikut tes penerimaan, kali-kali aja rezekikan, kenapa gak dicoba klo ada peluang.
Begitu
banyak permasalahan yang mendera bangsa ini, ekonomi, transportasi, sosial,
budaya sampai dengan keamanan dan industri. Sepertinya pemerintah hanya
membangun pendidikan hanya untuk mencari pekrjaan, ijazah hanya dijadikan
kertas usang untuk sekedar melengkapi persyaratan formal untuk menaikkan status
kehidupan dalam masyarakat. Dalam fenomena masyarakat dalam bursa kerja di
Indonesia sekarang ijazah bukan menjadi patokan dalam terpilihnya seseorang
untuk menempati posisi strategis dalam sebuah institusi akan tetapi jika diswasta
yang lebih ditonjolkan adalah pengalaman yang telah dijalani, semakin kita
dalam mendalami sebuah bidang pekerjaan tertentu maka kita bisa menjadi ahli
dalam hal tersebut sekalipun basic pendidikan kita bukan disitu.
Contohnya
adalah dalam sebuah perusahaan BUMN yang bergerak dibidang pelayanan jasa,
seserang yang mengurusi konsumen yang seharusnya dia sebaiknya mempunyai latar
pendidikan minimal adalah sarjana komunikasi ataupun berasal dari sosial akan
tetapi dalam perjalanannya orang mengisi tempat tersebut berlatar belakang
seorang apoteker, seorang apoteker tentunyanya ahli dalam meracik resep yang
diberikan oleh dokter tentunya,
Bahkan
dalam perjalan masuk ke Universitas, materi awal dalam orientasi tentunya
pemahaman bahwa di fakultas apapun anda kuliah ada dapat bekerja di mana saja,
bidang ekonomi, hukum, dan bidang lain tentunya.
Mengubah
pandangan bahwa lapangan pekerjaan begitu luas haruslah dimiliki oleh setiap
masyarakat Indonesia, terutama umat muslim. Dalam islam penekanan dalam hal
memperoleh pekerjaan dan bekerja merupakan suatu hal yang diharuskan karena
menafkahi istri dan anak-anak bagi yang sudah berkeluarga adalah hal yang
diwajibkan. Bahkan bersedekah atau berinfaqpun menggunakan yang namanya “uang”.
Yaa walaupun bentuknya tidak dibatasi tidak hanya berbentuk materi tentunya.
Lapangan
pekerjaan tentunya bagitu banyak bahkan kita bisa ciptakan. Banyak para
usahawan yang lebih sukses ketimbang dengan karyawan biasa, bahkan hanya dengan
modal ketekunan pun kita bisa lebih sukses dari karyawan biasa.
Tidak
ingatkah kita dengan kisah seorang pengusaha yang dikenal sering menggunakan
celana pendek yang bahkan tidak menyandang gelar doktorpun tidak, sewaktu
memulai usaha dengan menjajakan telur dari rumah-kerumah, dengan ketekunan
dalam berusaha diapun mampu menguasai pasar penjualan telur di tempat
tinggalnya dia dikenal dengan nama “Oom Bob”.
Dan memberinya rezki dari arah
yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah
niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan
urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan
bagi tiap-tiap sesuatu
(Q.S. Ath Thalaaq : 3).