Selasa, 17 Desember 2013

Mempelajari dan Menguasai sebuah bahasa itu penting ! ! !



Bahasa merupakan hal sangat pendting dalam berkomunikasi dalam sosial kemasyarakatan, melalui penguasaan sebuah bahasa kita pasti akan mampu untuk berbuat lebih banyak untuk kehidupan kita dan orang lain. Berikut sebuah artikel yang diambil dari www.rumaysho.com mengenai Hukum Belajar Bahasa Inggris.


Bolehkah kita mempelajari bahasa Inggris? Apa hukumnya?

Al Lajnah Ad Daimah, komisi Fatwa Kerajaan Saudi Arabia pernah ditanya, “Apa hukum mempelajari bahasa Inggris, haram ataukah halal?”

Jawab para ulama yang duduk di Lajnah, “Jika ada hajat agama atau dunia untuk mempelajarinya, atau termasuk pula bahasa lainnya, maka tidak mengapa mempelajari mempelajarinya. Adapun jika tidak ada hajat, maka dimakruhkan mempelajarinya.” (Fatwa Al Lajnah Ad Daimah, 12: 133).

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah berkata,
“Kami berpandangan–sebagaimana realitas yang ada–bahwa bahasa Arab tetap adalah bahasa yang paling mulia. Karena bahasa Arab adalah bahasa Al Qur’an Al Karim dan juga menjadi bahasa para Rasul ‘alaihish sholaatu was salaam. Akan tetapi bahasa Inggris adalah bahasa dunia yang begitu masyhur. Bahasa ini digunakan oleh muslim dan kafir (sehingga sekarang tidak bisa lagi disebut bahasa khas orang kafir). Di samping itu, bahasa Inggris itu menjadi bahasa yang wajib Anda pelajari (diberbagai jenjang pendidikan, pen). Andai bahasa Inggris adalah bahasa khas orang kafir, boleh jadi pada suatu waktu Anda membutuhkannya.
Aku sendiri berangan-angan, andai saja aku bisa menguasai bahasa Inggris.  Sungguh, aku melihat terdapat manfaat yang amat besar bagi dakwah jika saja bahasa Inggris bisa kukuasai. Karena jika kita tidak menguasai bahasa tersebut, bagaimana kita bisa berdakwah jika ada yang masuk Islam di hadapan kita.” (Liqo’ Al Bab Al Maftuh kaset no. 61, Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin)

Saat Allah memberikan karunia hujan di Pesantren Darush Sholihin, Panggang, Gunungkidul, 9 Safar 1435 H, 10: 09 AM

Oleh akhukum fillah: Muhammad Abduh Tuasikal

Selayaknya kita sebagai muslim harus giat dalam menuntut ilmu terutama dalam mempelajari berbagai bahasa, semoga kita bisa membumikan islam melalui bahasa yang kita pelajari. Wallahu a’lam

Senin, 16 Desember 2013

Regenerasi Rohis Ad Dakwah SMK Nusantara Palu



Sabtu dan Minggu tepat pada tanggal 14 – 15 Desember 2013 di ruang perkuliahan IAIN Dato Karamah, Rohis Ad Dakwah SMK Nusantara Palu, melakukan pelatihan kepemimpinan untuk menjaring kepengurusan tahun 2013/2014 sekaligus melakukan Musyawarah Besar (MUBES) mereka dalam rangka pelaporan pertanggungjawaban kepengurusan tahun 2012/2013 yang diketuai oleh Nesya Afrianti yang akrab disapa dengan Nesya. Digandengnya MY Club (Muslim Youth Club) Palu sebagai partner merupakan sebuah kebanggaan tersendiri buat saya sebagai bagian terkecil dari sebuah kepengurusan ini. Ini memberikan arti bahwa apa yang dibangun MYC (MY Club Palu) di sana telah membuahkan hasil karena kepercayaan adik-adik dari Ad Dakwah kepada kami (Baca: MY Club Palu) dalam bentuk kerja sama dalam kegiatan ini. Dan kepercayaan inilah yang selalu dijaga dan dipelihara agar tetap ada begitu pula dengan sekolah-sekolah bianaan yang lain yang menjadi bagian terpenting dari MYC.

Regenerasi atau pergantian kepemimpinan merupakan sebuah niscayaan yang harus terjadi dalam kehidupan karena itu menandakan sebuah tatanan kehidupan sedang berlangsung dalam sebuah kelompok atau negara. Pergantian kepemimpinan sangat erat kaitannya dengan pemuda karena pemuda merupakan agen perubahan dan cadangan masa depan dalam sebuah tatanan kehidupan.

Pemuda sebagai agen perubahan karena di tangan pemudalah berbagai perubahan terjadi, dari kemerdekaan bangsa pembangunan negara  hingga kemerosotan moral, adalah pemuda yang paling banyak memiliki peran. Pemuda dengan segenap potensinya bisa jadi peloporan perbaikan bangsa dan umat yang hebat tetapi bisa juga menjadi pelopor penghancuran bangsa dan umat yang dahsyat. Tinggal kita sendiri yang akan menentukan pilihan yang positif atau negatif baik atau buruk, taqwa atau jujur.

Sedangkan pemuda sebagai cadangan masa depan merupakan hal yang harus dipersiapkan oleh pemuda itu sendiri dan juga haruslah difasilitasi oelh para pemimpin masa lalu untuk mempersiapkan pemimpin dimasa depan sebuah kisah dari khalifah Harun Alrasyid dari pemerintahan kekhalifaan Abbasiyah, suatu ketika sang Khalifah mulai berpikir akan siapa yang akan melanjutkan kepemimpinannya dari kedua anaknya yakni Al Amin ataukah saudara dari Al Amin. Beliaupun sharing dengan istrinya terkait dengan kegundahannya tersebut “siapakah yang pantas melanjutkan kekhalifaan ini sepeninggalku nanti? Tanya sang Khalifah”. Istrinyapun menjawab “siapapun bisa karena mereka berdua adalah putramu”. Sang Khalifah menanggapi dengan sebuah pernyataan “ini bukan tentang siapa mereka akan tetapi ini masalah tanggungjawabku kepada Allah sebagai Khalifah tentang bagaimana aku mempersiapkan mareka sebagai penggantiku”.

Pada hari terakhir kegiatan Rohis Ad Dakwah terpilihlah Siti Nur Fadilah sebagai Ketua Rohis Ad Dakwah 2013/2014 yang baru setelah agenda sebelumnya laporan pertanggungjawaban pengurus tahun 2012/2013, pembahasan AD/ART dan yang terakhir adalah pemilihan ketua Rohis Ad Dakwah. Tentunya dalam sebuah organisasi dibutuhkan orang-orang yang memiliki komitmen yang kuat untuk membangun sebuah visi dan tentunya Siti Nur Fadilah dalam orasi pertamanya mengatakan bahwa ketika kepengurusan terbentuk agar saling mengerti atau tidak keras kepala dalam setiap individu kepengurusan haruslah dipahami oleh setiap pengurus nantinya. Berharap kepada Allah SWT agar mereka orang-orang yang berjalan dalam membela agama ini dikuatkan dan diberi keistiqomahan dalam menjalankan amanah yang ada dalam kepengurusan dan juga setelah kepengurusan.
Wallahu a’lam

Sabtu, 14 Desember 2013

Rabu, 11 Desember 2013

Hari Nusantara 2013



Tepat pada hari selasa, 10 Desember 2013 merupakan dibukanya pagelaran Hari Nusantara (HARNUS) ke – 13 di kota Palu dan Donggala. Sejak tahun 1999 Indonesia mencanangkan Hari Nusantara. HARNUS bertujuan agar Indonesia mampu menunjukkan kekuatan baharinya disetiap kota yang menjadi tuan rumah perhelatan bahari ini.

Sejarah dari munculnya peringatan HARNUS dimulai pada Pemerintahan KH. Abdurahman Wahid dengan menjadikan hari dimana Deklarasi Djuanda, pada 13 Desember 1957 sebagai tonggak peringatan Hari Nusantara. Deklarasi yang dicetuskan oleh Perdana Menteri Indoenesia, Djuanda Kartawidjaja itu menegaskan kepada dunia, bahwa laut Indonesia adalah termasuk laut sekitar, di antara dan di dalam kepulauan Indonesia menjadi satu kesatuan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh karena itulah tanggal 13 Desember dijadikan Hari Nusantara.

Deklarasi Djuanda itu menyatakan tiga hal. Pertama, bahwa Indonesia menyatakan diri sebagai negara kepulauan yang mempunyai corak tersendiri. Kedua, bahwa sejak dahulu kala kepulauan nusantara ini sudah merupakan satu kesatuan. Ketiga, ketentuan ordonansi 1939 tentang Ordonansi, dapat memecah belah keutuhan wilayah Indonesia.

Tentunya dalam setiap perhelatan yang diadakan pastilah wajah sebuah kota akan dipole sedemikian bagusnya agar supaya para tamu yang dari dari berbagai tempat senantianya meresa nyaman berada di kota tersebut. Pun demikian dengan kota Palu dan Donggala, khusus kota Palu *soalnya sy dari kota Palu sihh, hahahaha :D. Tentunya kota inipun berbenah mulai dari sisi keamanan sampai kebersihan mulai diperhatikan, pasukan the yellow army (petugas kebersihan pengangkut sampah :D :D :D ) tidak ingin kalah sigap dengan para tentara dan polisi yang bertugas melakukan tugas pengamanan. Sudut-sudut pusat kota yang menjadi titik kegiatan mulai dibenahi. Jalan-jalan diaspal kembali, taman-taman mulai dirapikan, garis pembatas jalan berikut dengan jalannya kembali dicat agar tampaklah garis putihnya sebagai petunjuk jalan.

Jemabatan 4 atau jembatan kuning yang menjadi jembatan paling megah di kota Palu pun tidak luput dari perhatian, jembatan itu mulai dicat dan diaspal kembali karena sebelumnya jalan beraspal dijembatan pada bopeng (baca: lubang). Pun demikian dengan pantai yang selalu terjaga kebersihannya sepanjang hari, alhasil pantaipun tampak begitu menyejukkan dalam pandangan mata berikut dengan taman yang berada disekitar jembatan dan pantai talise.

Banyak rangkaian kegiatan yang akan diadakan seperti pawai budaya nusantara, seminar-seminar, expo, dan berbagai rangkaian acara yang tentunya bertujuan bagaimana mengenalkan kekayaan bahari Indonesia pada umumnya dan kota Palu dan Donggala pada khususnya. Hendaknya setelah kegiatan ini kita dapat menjaga apa-apa yang telah dibenahi untuk mendukung suksesnya HARNUS ini. Karena melihat dari berbagai kegiatan yang telah berlangsung di kota Palu aset-aset yang pernah dijadikan pendukung kegiatan dibiarkan begitu saja. Semisal lokasi tempat Musabaqah Tilawatil Quran, bundaran yang dulunya berhiaskan lampu warna-warni kita tak berwarna lagi bahkan tidak menyala, menyala kembali hanya ketika digunakan kembali sewaktu kegiatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS). Lampu jalan diseputarnyapun kadang dibiarkan mati gelap gulita tanpa penerangan, begitupula dengan lokasi tempat kegiatan terkesan angker karena kurangnya penerangan di malam hari dan pagi harinya seperti tak terawat karena banyaknya rumput liar yang dibiarkan hidup.

Semoga pemerintah dan kita sebagai masyarakat dapat mnejaga aset-aset ini untuk kepentingan kita bersama.

Jumat, 06 Desember 2013

Hari AIDS Sedunia



Tepat tanggal 1 Desember 2013 diperingati sebagai hari AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome) sedunia untuk menumbuhkan kesadaran terhadap wabah AIDS di seluruh dunia yang disebabkan oleh penyebaran virus HIV. AIDS adalah sekumpulan gejala dan infeksi (atau: sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV (Human Immunodeficiency Virus). Adapun hari AIDS sedunia pertama kali dicetuskan pada Agustus 1987 oleh James W. Bunn dan Thomas Netter, dua pejabat informasi masyarakat untuk Program AIDS Global di Organisasi Kesehatan Sedunia di Geneva, Swiss.

Pada tanggal tersebut seluruh dunia mengadakan berbagai kegiatan untuk memperingatinya di Sydney, Australia peringatan dimeriahkan dengan kembang api di Opera House, di Seoul, Korea Selatan peringatan dilakukan oleh anak SMA (Sekolah Menengah Atas) dengan membuat sebuah barisan yang membentuk simpul pita sebagai simbol dari hari tersebut, di Yangon, Myanmar beberapa relawan meakukan aksi simpatik dengan bermain bersama anak-anak penderita AIDS, di Kathmandu, Nepal masyarakat membagi-bagikan pita merah berbentuk simpul. Sedangkan di Indonesia sendiri pemerintah melakukan aksi “simpatik” dengan sosialisasi kondom kemasyarakat dengan cara membagikan kondom gratis kemasyarakat umum dengan tujuan agar supaya masyarakat dapat mencegah penularan penyakit ini dengan menggunakan kondom dan bahkan dalam bentuk sosialisasi ini tersedia pula bus operasional yang sudah dibranding dengan nama “Pekan Kondom Nasional”. Pekan Kondom Nasional ini bertujuan untuk memperingati Hari AIDS sedunia yang jatuh pada tanggal 1 Desember.

Inilah yang menjadi penolakan dari berbagai pihak, para aktivis pemuda, pemuka agama dan lembaga sosial kemasyarakatan pun menolak aksi yang dicanangkan oleh pemerintah ini melalui Kementrian Kesehatan (KEMENKES). Penolakan ini terjadi karena menurut mereka pembagian kondom yang dilakukan oleh pihak pelaksana merupakan bentuk legalitas dukungan terhadap seks bebas di Indonesia. Pembagian kondiom gratis juga dinilai tidak tepat sasaran karena dilakukan ditempat umum seperti dijalan-jalan dan ditempat umum lainnya. Semisal di Jakarta pembagian kondom ini dilakukan di seputaran bundaran Hotel Indonesia (HI). Beberapa organisasi yang menolak adanya Pekan Kondom Nasional ini adalah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Hitsbut Tahrir Indonesia (HTI), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), dan dari Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK). Penolakan juga mengalir dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) yakni dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam hal ini Fraksi Partai Keadilan Sejahtera. Melalui ketua FPKS Hidayat Nur Wahid menolak adanya program dari KEMENKES tersebut dan meminta kepada Menteri Kesehatan dalam hal ini Nafsiah Mboi untuk menghentikan hal terseeut karena dinilai tidak tepat sasaran dan tentunya pendekatan edukasi lebih harus diutamakan keberbagai masyarakat ketimbang edukasi yang berbentuk pembagian kondom gratis keberbagai masyarakat umum.

Akan tetapi beberapa masyarakat menilai jika ingin melakukan pembagian kondom hendaknya dilakukan edukasi terlebih dahulu dalam penggunaannya dan sasaran lebih diutamakan ditempat-tempat prostitusi yang memang merupakan sarang terbesar penyebaran penyakit AIDS. Adapun dengan kalangan pelajar dan masyarakat umum lainnya edukasi yang bersifat penanaman nilai moral harus lebih intensif dan tidak bersifat seremonial belaka. Pendidikan seks usia dini dan pendidikan tentang pentingnya menjaga kesehatan diri dan orang lain haruslah dilakukan oleh berbagai lapisan masyarakat tidak hanya pemerintah tingkat pusat, dikalangan RTpun haruslah ada pendidikan semacam ini bahkan juga sampai elemen terkecil masyarakat yakni keluarga. Pendidikan setingkat ini dapat dilakukan organisasi kepemudaan semisal Karang Taruna ataupun di majelis-majelis ta’lim yang terbentuk dimasyarakat.

Minggu, 01 Desember 2013

CPNS 2013



Pegawai Negeri Sipil (PNS), merupakan sebuah pekerjaan yang menuntut pengabdian terhadap Negara untuk melayani masyarakat. Bagi sebagian masyarakat Indonesia dan juga sebagian orang tua kita PNS merupakan pekerjaan yang paling diidam-idamkan atau bisa juga dikatan penentu status sosial dikalangan masyarakat. Hal ini terjadi karena dalam PNS begitu banyak kemudahan dan fasilitas yang bisa didapatkan antara lain uang pension tentunya yang mana dengan uang tersebut pada aakhir masa jabatan dapat digunakan untuk menikmati masa tua nantinya selain itu sistem penggajian yang baik, yang mana gaji PNS tentunya langsung dibiayai oleh Negara dan lebih enaknya lagi tak kenal terlambat, lain halnya ketika kita bekerja di pihak swasta, terutama swasta yang pendanaannya mengharapkan donor atau bantuan dari luar, tentunya hal ini menjadi kendala dalam sebuah aktivitas.

Hal inilah yang mendorong begitu antusiasnya beberapa masyarakat kita pun dengan para orang tua untuk mendorong anak-anak mereka untuk ikut seleksi CPNS dalam rangka untuk mendapatkan pekerjaan, baik itu melalui pemerintah Kota/Kabupaten, Propinsi, Perusahaan BUMN ataupun di Kementrian yang hampir tiap tahun membuka penerimaan pegawai baru. Ratusan bahkan ribuan orang mendaftarkan diri untuk ikut tes dengan posisi penerimaan tidak sampai 100 biasanya tapi jumlah formasi disesuaikan dengan kebutuhan instansi masing. Dalam catatan yang berhasil dihimpun diberbagai sumber media cetak terjatat lebih dari 1,600,000 pelamar yang mengikuti tes CPNS untuk formasi umum yang diadakan oleh pemerintah dan ujian serentak pada tanggal 3 November 2013. Akan tetapi hal ini tidak menyurutkan niat orang-orang untuk ikut tes penerimaan, kali-kali aja rezekikan, kenapa gak dicoba klo ada peluang.

Begitu banyak permasalahan yang mendera bangsa ini, ekonomi, transportasi, sosial, budaya sampai dengan keamanan dan industri. Sepertinya pemerintah hanya membangun pendidikan hanya untuk mencari pekrjaan, ijazah hanya dijadikan kertas usang untuk sekedar melengkapi persyaratan formal untuk menaikkan status kehidupan dalam masyarakat. Dalam fenomena masyarakat dalam bursa kerja di Indonesia sekarang ijazah bukan menjadi patokan dalam terpilihnya seseorang untuk menempati posisi strategis dalam sebuah institusi akan tetapi jika diswasta yang lebih ditonjolkan adalah pengalaman yang telah dijalani, semakin kita dalam mendalami sebuah bidang pekerjaan tertentu maka kita bisa menjadi ahli dalam hal tersebut sekalipun basic  pendidikan kita bukan disitu.

Contohnya adalah dalam sebuah perusahaan BUMN yang bergerak dibidang pelayanan jasa, seserang yang mengurusi konsumen yang seharusnya dia sebaiknya mempunyai latar pendidikan minimal adalah sarjana komunikasi ataupun berasal dari sosial akan tetapi dalam perjalanannya orang mengisi tempat tersebut berlatar belakang seorang apoteker, seorang apoteker tentunyanya ahli dalam meracik resep yang diberikan oleh dokter tentunya,

Bahkan dalam perjalan masuk ke Universitas, materi awal dalam orientasi tentunya pemahaman bahwa di fakultas apapun anda kuliah ada dapat bekerja di mana saja, bidang ekonomi, hukum, dan bidang lain tentunya.

Mengubah pandangan bahwa lapangan pekerjaan begitu luas haruslah dimiliki oleh setiap masyarakat Indonesia, terutama umat muslim. Dalam islam penekanan dalam hal memperoleh pekerjaan dan bekerja merupakan suatu hal yang diharuskan karena menafkahi istri dan anak-anak bagi yang sudah berkeluarga adalah hal yang diwajibkan. Bahkan bersedekah atau berinfaqpun menggunakan yang namanya “uang”. Yaa walaupun bentuknya tidak dibatasi tidak hanya berbentuk materi tentunya.

Lapangan pekerjaan tentunya bagitu banyak bahkan kita bisa ciptakan. Banyak para usahawan yang lebih sukses ketimbang dengan karyawan biasa, bahkan hanya dengan modal ketekunan pun kita bisa lebih sukses dari karyawan biasa.

Tidak ingatkah kita dengan kisah seorang pengusaha yang dikenal sering menggunakan celana pendek yang bahkan tidak menyandang gelar doktorpun tidak, sewaktu memulai usaha dengan menjajakan telur dari rumah-kerumah, dengan ketekunan dalam berusaha diapun mampu menguasai pasar penjualan telur di tempat tinggalnya dia dikenal dengan nama “Oom Bob”.

Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu (Q.S. Ath Thalaaq : 3).