Masa
depan, masa depan merupakan hal sangat rahasia dan merupakan hal yang begitu
misterius bagi manusia. Tidak ada manusia yang dapat memprediksi dengan pasti
tentang sebuah kejadian yang akan terjadi nantinya kecuali Nabi dan dan Rasul
Allah, itupun atas kehendak Allah. Kualitas dari sebuah masa depan sangatlah
ditentukan seberapa baik kita mempersiapkankannya di masa lalu sampai dengan
sekarang.
Remaja
atau pemuda merupakan harta atau asset yang begitu berharga bagi kehidupan,
tidak hanya bagi Negara, agama tapi juga tiap individu yang menua dengan waktu.
Para pemuda Indonesia sebagian sudah banyak mengukir prestasi di dunia,
olahraga, ilmu pengetahuan, bisnis, dan banyak lagi tentunya. Akan tetapi
sebagian yang lain sangatlah jauh dari kualitas generasi pemuda yang akan
membawa kebaikan bagi bangsa dan agama ini. Jika melihat kondisi sebagian
pemuda sekarang memanglah sangatlah jauh dari idealnya seorang generasi penerus
yang akan membawa kebaikan bagi manusia karena banyaknya trend negatif yang
tercipta dikalangan para pemuda. Tawuran, narkoba, sex bebas, pembunuhan, dan
tindakan kriminal lainnya.
Hal
ini tentunya harus menjadi fokus kita dalam membina dan melakukan perubahan
kepada mereka tentunya, dan bertanya kenapa hal ini mereka lakukan. Bahkan
dalam beberapa siaran berita melalui media cetak ataupun elektronik ada yang
membuat video mesum sewaktu jam sekolah usai, tidak hanya itu bahkan tawuran
antara pelajar ataupun mahasiswa kerap terjadi layaknya perang antar geng atau
mafia-mafia yang kerap kita saksikan difilm.
Para
pemuda yang masih berseragam tidak lagi segan mempertontonkan kemesraan di
jalan sambil berboncengan ataupun di tempat-tempat umum. Pegangan tangan,
pelukan, tinggal serumah dan ciuman sesama lawan jenis yang belum nikah
merupakan bukan hal yang tabu lagi yang pantas untuk ditutupi. Apakah seperti
ini gambaran bangsa dan umat ini di masa depan, apakah ini sesuai dengan adat
kita sebagai bangsa yang menjunjung Pancasila sebagai dasar Negara yang
berlandaskan ketuhanan yang maha esa, yang mana nilai-nilai dalam beragama
sangat dijunjung tinggi dalam Negara ini, tentunya setiap agama sangat menolak
yang namanya kekerasan dan sesuatu yang memebawa keburukan bagi diri sendiri terutama
bagi orang lain. Islam mengajarkan bahwa meninggalkan sesuatu yang membawa
dampak buruk bagi kehidupan sangatlah diharuskan.
Kualitas
bangsa ini di masa depan tentunya ditentukan oleh ketersediaan stok para remaja
dan pemuda yang berkualitas baik juga tentunya.
Arus moderenisasi budaya luar melalui interenet sangatlah tidak dapat
terbendung lagi, siapapun, dimanapun dan kapanpun dapat mengakses apa saja
melalui internet. Lantas apa yang harus kita lakukan, kemana peran pemerintas
sebagai penjaga aset Negara ini. Selayaknya kita patut bertanya kepada diri
sendiri apa yang sudah kita lakukan terhadapa para calon pemimpin masa depan
ini, berharap kepada pemerintah atau hanya sekedar melakukan kritik tidaklah
akan banyak membantu tanpa kita terlibat di dalamnya.
Islam
mengajarkan kita bahwa pendidikan pertama bagi anak adalah di rumah. Rumah yang
dimaksudkan di sini adalah adanya ayah dan ibu tentunya sebagai guru dalam
sebuah keluarga. Membangun pendidikan dalam rumah tidaklah mudah hal ini
memerlukan persiapan tidak hanya pada saat menikah bahkan sebelum memilih
pasanganpun harus di awali dengan sebuah visi bahwa berkeluarga adalah
membangun sebuah peradaban. Sebagai mana Rasul kita Muhammad, mengajarkan kita
bahwa dalam memilih pasangan pertama lihatlah, wajahnya dalam hal ini apakah
cantik atau tampan, keturunannya yang dimaksud adalah apakah dia seorang yang
subur dan bisa mempunyai banyak keturunan, hartanya, dan yang terakhir dan
paling utama adalah agamanya
Pemahaman
dalam berislam merupakan hal yang paling diutamakan dalam memilih pasangan
karena dengan agama yang baik tentunya pemahaman dalam membangun sebuah
keluarga yang baik dalam agama dan akhlaknya bisa terwujud. Membangun masa
depan Negara tentunya dimulai dari skop terkecil dari sebuah Negara yakni
keluarga. Dalam berkeluarga ayah dan ibu harus paham mengenai tugas mereka
dalam membangun masa depan.
Anak
merupakan aset dari sebuah masa depan, yang akan menjadi pemuda sebagai
cadangan masa depan dan pelopor perubahan. Rasulullah berpesan bahwa ada 3
(baca: tiga) amalan yang tidak akan terputus. Pertama adalah amal jariyah,
kedua adalah ilmu yang bermanfaat, dan yang terakhir adalah anak yang soleh
yang mendoakan kedua orang tuanya. Amal jariyah, bagi beberapa kalangan yang
mempunyai keterbatasan keuangan tentunya ini akan sulit dimaksimal karena ini
berhubungan dengan seberapa besar harta yang kita infaqkan di jalan Allah. Yang
kedua adalah ilmu yang bermafaat, hal ini erat kaitanya bagainama dengan ilmu
yang kita dapatkan mampu member manfaat bagi orang lain, dan yang terakhir
adalah anak soleh yang mendoakan kedua orang tuanya. Ini tentunya kita semua
bisa mewujudkannya dengan menjadi orang tua yang baik yang selalu mengarahkan
pendidik anak-anak kita dengan pendidikan terbaik.
Anak
kita akan menjadi amalan yang tidak akan terputus hingga hari akhir nanti
apabila mereka kelak nantinya bertakwa kepada Allah. Olehnya pentingnya bagi
kita memahami konsep dalam mendidik anak agar kelak nantinya anak kita akan
menajdi orang yang bermanfaat bagi bangsa ini dan bagi umat ini. Sebuah contoh
yang ditunjukkan oleh Sultan Murad III yang mana dalam mendidikan calon Sang
Penakluk Konstantinopel yakni Sultan
Muhammad Al Fatih atau Sultan Mehmed II. Sejak kecil sang ayah mulai memndidiknya
dengan kedisiplinan yang tinggi dan memepercayakan pendidikan anaknya ke para
ulama salah satunya adalah Syeikh Aad Syamsudin, dalam naungan Al Quran dan
Sunnah sang anak tumbuh menjadi pribadi yang luat biasa bahkan umur 14 tahun
sudah menjadi gubernur disebuah wilayah dibawah kesultanan ayahnya yakni Sultan
Murad III.
Yupss,
seperti itulah membangun masa depan, dimulai dari lingkungan keluarga.
Kematangan dibentuk disana dari sisi fisik dan mental. Oleh setiap keluarga
haruslah paham akan hal ini, tanggungjawab orang tua dalam membangun masa depan
bangsa dan umat begitu besar, olehnya persiapkan menuju kesana harus dilakukan
sedini mungkin. Selain peran keluarga, peran akif masyarakat tidak kalah
penting dalam membangun bangunan masa depan ini, dewasa ini banyak lembaga
sosial kemasyarakatan yang fokus dalam pembinaan remaja atau konseling remaja.
Semisal MYClub ( Muslim Youth Club), merupakan lembaga pembinaan remaja muslim
di kota Palu yang fokus kegiatannya adalah pembinaan karakter pelajar muslim di
kota Palu.
Hal
inilah yang harus kita tinggkatkan peran keluarga dan masyarakat dalam membina
umat sangatlah diperlukan dalam membangun sebuah negera yang madani yang tidak
hanya sekedar mimpi. Teringat akan kisah Luqman yang mengajarkan anaknya yang
ditorehkan dalam Al Quran surah Luqman ayat 13 – 19.
Dan (ingatlah) ketika Luqman
berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai
anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan
(Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar." (Q.S. Luqman : 13)
Dan Kami perintahkan kepada
manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah
mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam
dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya
kepada-Kulah kembalimu. (Q.S. Luqman : 14)
Dan jika keduanya memaksamu untuk
mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu,
maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia
dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya
kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
(Q.S. Luqman : 15)
(Luqman berkata): "Hai
anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada
dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan
mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus, lagi Maha
Mengetahui. (Q.S. Luqman : 16)
Hai anakku, dirikanlah shalat dan
suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan
yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang
demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). (Q.S. Luqman : 17)
Dan janganlah kamu memalingkan
mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi
dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi
membanggakan diri. (Q.S. Luqman : 18)
Dan sederhanalah kamu dalam
berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara
keledai. (Q.S. Luqman : 19)
Wallahua’lam