Orang-orang
pasti pernah merasakan hati yang
merasakan kegelisahan dan pikiran tidak fokus. Banyak orang yang berpandangan
bahwa inti dari aktivitas kita adalah otak kita, yang mana melalui otaklah
semua dikelola kemudian disalurkan ke titik saraf manusia untuk menggerakkan
anggota tubuh ini.
Itu
memang benar akan tetapi pernahkah kita berpikir bahwa hati adalah inti dari
sebuah aktivitas, unsur terpenting dari manusia adalah hati, atau dalam istilah
medis kita kenal dengan namanya jantung atau bisa juga didefinisikan sebagai
perasaan. Pikiran yang tidak tenang dan rasa yang selalu ada ditiap harinya
membuat kita selalu bertanya tentang apa yang sebenarnya terjadi pada diri ini.
Hal
tersebut dirasakan oleh setiap manusia setiap harinya, terkadang jika kita
melakukan sesuatu yang baik, perasaan atau hati ini selalu merasakan hal yang
luar biasa. Akan tetapi jika yang dilakukan adalah sebuah hal yang meragukan
dan tentunya salah, maka secara otomatis hati menjadi gelisah, dan bertanya
akan pekerjaan yang telah kita lakukan tersebut. Hati selalu merespon terhadap
apa-apa saja yang belum dan telah kita lakukan.
Pentingnya
menjaga hati ini agar selalu mengarahkan kita menjadi pribadi yang senantiasa
terbaik bagi orang lain karena sesungguhnya sebaik-baik manusia adalah yang
bermanfaat bagi orang lain. Hati juga diidentikkan dengan iman, dan tentunya bahwa
bukan hati namanya jika tidak naik dan turun. Naik karena melakukan kebaikan
dan ketaatan kepada Allah dan turun ketika melakukan maksiat kepada Allah.
Seperti
itulah hati kita, hati manusia, pangkal dari perbuatan adalah hati. Hati
sangatlah sensitif terhadap apa yang telah kita lakukan, bahkan jika kita
melakukan dosa maka titik hitam akan menyelubungi ahti ini, dan jika ini terus
menerus terjadi tentunya hati ini menjadi hitam dan jauh dari cahaya iman,
cahaya hidayah. Nau’dzubillah.
Disinilah
pentingnya kita menjaga hati ini dari hal-hal dapat merusak. Jika hati kita
rusak, berarti diri inipun ikut rusak. Dan berdampak pada aktivitas kita
tentunya. Wallahu a’lam.
Beberapa
bait lirik dari Snada berjudul Jagalah
Hati.
Jagalah
hati jangan kau kotori
Jagalah hati lentera hidup ini
Jagalah hati lentera hidup ini
Jagalah
hati jangan kau nodai
Jagalah hati cahaya Illahi
Bila hati kian bersih
pikiranpun akan jernih
Semangat hidup nan gigih
Prestasi mudah diraih
Namun bila hati keruh
Batin selalu gemuruh
Seakan di kejar musuh
Dengan Allah kian jauh
Bila hati kian suci
tak ada yang tersakiti
Pribadi menawan hati
dirimu disegani
Namun bila hati busuk
Pikiran jahat merasuk
Akhlak kian terpuruk
Jadi makhluk terkutuk
Bila hati kian lapang
Hidup sempit terasa senang
Walau kesulitan dagang
Dihadapi dengan tenang
Tapi bila hati sempit
Segalanya jadi rumit
Terasa terus menghimpit
Lahir batin terasa sakit
Jagalah hati jangan kau kotori
Jagalah hati lentera hidup ini
Jagalah hati jangan kau nodai
Jagalah hati cahaya Illahi
Jagalah hati cahaya Illahi
Bila hati kian bersih
pikiranpun akan jernih
Semangat hidup nan gigih
Prestasi mudah diraih
Namun bila hati keruh
Batin selalu gemuruh
Seakan di kejar musuh
Dengan Allah kian jauh
Bila hati kian suci
tak ada yang tersakiti
Pribadi menawan hati
dirimu disegani
Namun bila hati busuk
Pikiran jahat merasuk
Akhlak kian terpuruk
Jadi makhluk terkutuk
Bila hati kian lapang
Hidup sempit terasa senang
Walau kesulitan dagang
Dihadapi dengan tenang
Tapi bila hati sempit
Segalanya jadi rumit
Terasa terus menghimpit
Lahir batin terasa sakit
Jagalah hati jangan kau kotori
Jagalah hati lentera hidup ini
Jagalah hati jangan kau nodai
Jagalah hati cahaya Illahi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar