Senin, 18 November 2013

Hatimu . . .



Orang-orang  pasti pernah merasakan hati yang merasakan kegelisahan dan pikiran tidak fokus. Banyak orang yang berpandangan bahwa inti dari aktivitas kita adalah otak kita, yang mana melalui otaklah semua dikelola kemudian disalurkan ke titik saraf manusia untuk menggerakkan anggota tubuh ini.

Itu memang benar akan tetapi pernahkah kita berpikir bahwa hati adalah inti dari sebuah aktivitas, unsur terpenting dari manusia adalah hati, atau dalam istilah medis kita kenal dengan namanya jantung atau bisa juga didefinisikan sebagai perasaan. Pikiran yang tidak tenang dan rasa yang selalu ada ditiap harinya membuat kita selalu bertanya tentang apa yang sebenarnya terjadi pada diri ini.

Hal tersebut dirasakan oleh setiap manusia setiap harinya, terkadang jika kita melakukan sesuatu yang baik, perasaan atau hati ini selalu merasakan hal yang luar biasa. Akan tetapi jika yang dilakukan adalah sebuah hal yang meragukan dan tentunya salah, maka secara otomatis hati menjadi gelisah, dan bertanya akan pekerjaan yang telah kita lakukan tersebut. Hati selalu merespon terhadap apa-apa saja yang belum dan telah kita lakukan.

Pentingnya menjaga hati ini agar selalu mengarahkan kita menjadi pribadi yang senantiasa terbaik bagi orang lain karena sesungguhnya sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Hati juga diidentikkan dengan iman, dan tentunya bahwa bukan hati namanya jika tidak naik dan turun. Naik karena melakukan kebaikan dan ketaatan kepada Allah dan turun ketika melakukan maksiat kepada Allah.
Seperti itulah hati kita, hati manusia, pangkal dari perbuatan adalah hati. Hati sangatlah sensitif terhadap apa yang telah kita lakukan, bahkan jika kita melakukan dosa maka titik hitam akan menyelubungi ahti ini, dan jika ini terus menerus terjadi tentunya hati ini menjadi hitam dan jauh dari cahaya iman, cahaya hidayah. Nau’dzubillah.

Disinilah pentingnya kita menjaga hati ini dari hal-hal dapat merusak. Jika hati kita rusak, berarti diri inipun ikut rusak. Dan berdampak pada aktivitas kita tentunya. Wallahu a’lam.

Beberapa bait lirik dari Snada berjudul  Jagalah Hati.

Jagalah hati jangan kau kotori
Jagalah hati lentera hidup ini
Jagalah hati jangan kau nodai
Jagalah hati cahaya Illahi

Bila hati kian bersih
pikiranpun akan jernih
Semangat hidup nan gigih
Prestasi mudah diraih

Namun bila hati keruh
Batin selalu gemuruh
Seakan di kejar musuh
Dengan Allah kian jauh

Bila hati kian suci
tak ada yang tersakiti
Pribadi menawan hati
dirimu disegani

Namun bila hati busuk
Pikiran jahat merasuk
Akhlak kian terpuruk
Jadi makhluk terkutuk

Bila hati kian lapang
Hidup sempit terasa senang
Walau kesulitan dagang
Dihadapi dengan tenang

Tapi bila hati sempit
Segalanya jadi rumit
Terasa terus menghimpit
Lahir batin terasa sakit

Jagalah hati jangan kau kotori
Jagalah hati lentera hidup ini
Jagalah hati jangan kau nodai
Jagalah hati cahaya Illahi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar