Kamis, 07 November 2013

Remaja itu . . .

Masa depan, masa depan merupakan hal sangat rahasia dan merupakan hal yang begitu misterius bagi manusia. Tidak ada manusia yang dapat memprediksi dengan pasti tentang sebuah kejadian yang akan terjadi nantinya kecuali Nabi dan dan Rasul Allah, itupun atas kehendak Allah. Kualitas dari sebuah masa depan sangatlah ditentukan seberapa baik kita mempersiapkankannya di masa lalu sampai dengan sekarang.

Remaja atau pemuda merupakan harta atau asset yang begitu berharga bagi kehidupan, tidak hanya bagi Negara, agama tapi juga tiap individu yang menua dengan waktu. Para pemuda Indonesia sebagian sudah banyak mengukir prestasi di dunia, olahraga, ilmu pengetahuan, bisnis, dan banyak lagi tentunya. Akan tetapi sebagian yang lain sangatlah jauh dari kualitas generasi pemuda yang akan membawa kebaikan bagi bangsa dan agama ini. Jika melihat kondisi sebagian pemuda sekarang memanglah sangatlah jauh dari idealnya seorang generasi penerus yang akan membawa kebaikan bagi manusia karena banyaknya trend negatif yang tercipta dikalangan para pemuda. Tawuran, narkoba, sex bebas, pembunuhan, dan tindakan kriminal lainnya.

Hal ini tentunya harus menjadi fokus kita dalam membina dan melakukan perubahan kepada mereka tentunya, dan bertanya kenapa hal ini mereka lakukan. Bahkan dalam beberapa siaran berita melalui media cetak ataupun elektronik ada yang membuat video mesum sewaktu jam sekolah usai, tidak hanya itu bahkan tawuran antara pelajar ataupun mahasiswa kerap terjadi layaknya perang antar geng atau mafia-mafia yang kerap kita saksikan difilm.

Para pemuda yang masih berseragam tidak lagi segan mempertontonkan kemesraan di jalan sambil berboncengan ataupun di tempat-tempat umum. Pegangan tangan, pelukan, tinggal serumah dan ciuman sesama lawan jenis yang belum nikah merupakan bukan hal yang tabu lagi yang pantas untuk ditutupi. Apakah seperti ini gambaran bangsa dan umat ini di masa depan, apakah ini sesuai dengan adat kita sebagai bangsa yang menjunjung Pancasila sebagai dasar Negara yang berlandaskan ketuhanan yang maha esa, yang mana nilai-nilai dalam beragama sangat dijunjung tinggi dalam Negara ini, tentunya setiap agama sangat menolak yang namanya kekerasan dan sesuatu yang memebawa keburukan bagi diri sendiri terutama bagi orang lain. Islam mengajarkan bahwa meninggalkan sesuatu yang membawa dampak buruk bagi kehidupan sangatlah diharuskan.

Kualitas bangsa ini di masa depan tentunya ditentukan oleh ketersediaan stok para remaja dan pemuda yang berkualitas baik juga tentunya.  Arus moderenisasi budaya luar melalui interenet sangatlah tidak dapat terbendung lagi, siapapun, dimanapun dan kapanpun dapat mengakses apa saja melalui internet. Lantas apa yang harus kita lakukan, kemana peran pemerintas sebagai penjaga aset Negara ini. Selayaknya kita patut bertanya kepada diri sendiri apa yang sudah kita lakukan terhadapa para calon pemimpin masa depan ini, berharap kepada pemerintah atau hanya sekedar melakukan kritik tidaklah akan banyak membantu tanpa kita terlibat di dalamnya.

Islam mengajarkan kita bahwa pendidikan pertama bagi anak adalah di rumah. Rumah yang dimaksudkan di sini adalah adanya ayah dan ibu tentunya sebagai guru dalam sebuah keluarga. Membangun pendidikan dalam rumah tidaklah mudah hal ini memerlukan persiapan tidak hanya pada saat menikah bahkan sebelum memilih pasanganpun harus di awali dengan sebuah visi bahwa berkeluarga adalah membangun sebuah peradaban. Sebagai mana Rasul kita Muhammad, mengajarkan kita bahwa dalam memilih pasangan pertama lihatlah, wajahnya dalam hal ini apakah cantik atau tampan, keturunannya yang dimaksud adalah apakah dia seorang yang subur dan bisa mempunyai banyak keturunan, hartanya, dan yang terakhir dan paling utama adalah agamanya

Pemahaman dalam berislam merupakan hal yang paling diutamakan dalam memilih pasangan karena dengan agama yang baik tentunya pemahaman dalam membangun sebuah keluarga yang baik dalam agama dan akhlaknya bisa terwujud. Membangun masa depan Negara tentunya dimulai dari skop terkecil dari sebuah Negara yakni keluarga. Dalam berkeluarga ayah dan ibu harus paham mengenai tugas mereka dalam membangun masa depan.

Anak merupakan aset dari sebuah masa depan, yang akan menjadi pemuda sebagai cadangan masa depan dan pelopor perubahan. Rasulullah berpesan bahwa ada 3 (baca: tiga) amalan yang tidak akan terputus. Pertama adalah amal jariyah, kedua adalah ilmu yang bermanfaat, dan yang terakhir adalah anak yang soleh yang mendoakan kedua orang tuanya. Amal jariyah, bagi beberapa kalangan yang mempunyai keterbatasan keuangan tentunya ini akan sulit dimaksimal karena ini berhubungan dengan seberapa besar harta yang kita infaqkan di jalan Allah. Yang kedua adalah ilmu yang bermafaat, hal ini erat kaitanya bagainama dengan ilmu yang kita dapatkan mampu member manfaat bagi orang lain, dan yang terakhir adalah anak soleh yang mendoakan kedua orang tuanya. Ini tentunya kita semua bisa mewujudkannya dengan menjadi orang tua yang baik yang selalu mengarahkan pendidik anak-anak kita dengan pendidikan terbaik.

Anak kita akan menjadi amalan yang tidak akan terputus hingga hari akhir nanti apabila mereka kelak nantinya bertakwa kepada Allah. Olehnya pentingnya bagi kita memahami konsep dalam mendidik anak agar kelak nantinya anak kita akan menajdi orang yang bermanfaat bagi bangsa ini dan bagi umat ini. Sebuah contoh yang ditunjukkan oleh Sultan Murad III yang mana dalam mendidikan calon Sang Penakluk  Konstantinopel yakni Sultan Muhammad Al Fatih atau Sultan Mehmed II. Sejak kecil sang ayah mulai memndidiknya dengan kedisiplinan yang tinggi dan memepercayakan pendidikan anaknya ke para ulama salah satunya adalah Syeikh Aad Syamsudin, dalam naungan Al Quran dan Sunnah sang anak tumbuh menjadi pribadi yang luat biasa bahkan umur 14 tahun sudah menjadi gubernur disebuah wilayah dibawah kesultanan ayahnya yakni Sultan Murad III.

Yupss, seperti itulah membangun masa depan, dimulai dari lingkungan keluarga. Kematangan dibentuk disana dari sisi fisik dan mental. Oleh setiap keluarga haruslah paham akan hal ini, tanggungjawab orang tua dalam membangun masa depan bangsa dan umat begitu besar, olehnya persiapkan menuju kesana harus dilakukan sedini mungkin. Selain peran keluarga, peran akif masyarakat tidak kalah penting dalam membangun bangunan masa depan ini, dewasa ini banyak lembaga sosial kemasyarakatan yang fokus dalam pembinaan remaja atau konseling remaja. Semisal MYClub ( Muslim Youth Club), merupakan lembaga pembinaan remaja muslim di kota Palu yang fokus kegiatannya adalah pembinaan karakter pelajar muslim di kota Palu.

Hal inilah yang harus kita tinggkatkan peran keluarga dan masyarakat dalam membina umat sangatlah diperlukan dalam membangun sebuah negera yang madani yang tidak hanya sekedar mimpi. Teringat akan kisah Luqman yang mengajarkan anaknya yang ditorehkan dalam Al Quran surah Luqman ayat 13 – 19.

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar." (Q.S. Luqman : 13)
Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (Q.S. Luqman : 14)
Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (Q.S. Luqman : 15)
(Luqman berkata): "Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus, lagi Maha Mengetahui. (Q.S. Luqman : 16)
Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah). (Q.S. Luqman : 17)
Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. (Q.S. Luqman : 18)
Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai. (Q.S. Luqman : 19)

Wallahua’lam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar