Senin, 28 Oktober 2013

Sejarah



Sejarah, memang hal yang paling membosankan bagi sebagian kita sewaktu sekolah karena banyak diantaranya dilakukan dengan bercerita depan kelas yang pada akhirnya membuat ngantuk yang mendengarkan. #curhat kelakuan sendiri :D

Para orang-orang shaleh terdahulu mengajarkan kita bahwa sesuatu yang tidak bisa kita jangkau atau sesuatu yang sangat jauh dari kita adalah masa lalu. Pada dasarnya sejarah merupakan suatu ilmu yang harus orang-orang di dunia ini miliki dan pahami karena keberadaan sejarah amatlah penting dalam membangun kehidupan yang lebih baik dari pada yang sebelumnya. Presiden pertama R.I. (Republik Indonesia) Ir. Soekarno mengatakan bahwa “jangan sekali-kali melupakan sejarah”. Malcolm-X seorang warga Negara Amerika dan juga seorang aktivis muslim afro amerika mengatakan bahwa “history is a people’s memory, and without a memory, man is demoted to the lower animals”.

Hal ini menunjukkan bahwa sejarah merupakan informasi yang bisa kita jadi sebuah acuan dalam bergerak untuk meraih cita-cita setinggi mungkin. Apakah anda tahu seorang pejuang islam asal Turki benama Muhammad?, mungkin asing terdengar tapi jika saya mengatakan Muhammad Al Fatih Bin Murad, mungkin kita semua tahu bahwa beliau bersama 250.000 pasukannya dengan syahid sekitar 30.000 pasukan yang mewujudkan dikuasainya Konstantinopel, yang mana beliau dan pasukkan mendapat julukan sebaik-baik pemimpin dan sebaik-baik pasukan. Itu berdasarkan perkataan Rasulullah yang diriwayatkan oleh Ahmad bahwa sungguh Konstansinopel akan ditaklukkan oleh kalian. Maka sebaik-baiknya pemimpin adalah pemimpinnya dan sebaik-baik pasukan adalah pasukan yang menaklukkannya. Hal ini dapat terjadi karena beliau memahami betul tentang sejarah percobaan penaklukkan benteng Konstantinopel yang sering dilakukan selama berabad-abad lamanya yang dari informasi tersebut beliau mengambil pelajaran untuk tidak melakukan cara yang sama dalam penaklukannya.

Keengganan kita dalam membaca sejarah tergambar dalam aktivitas kita sehari-hari, yang mana keberadaan kita sebagai mayoritas muslim tidak berasa, terasa hanya ketika hari-hari besar beragama selanjutnya larut dalam nuansa kenyamanan yang disuguhkan dunia yang notabene hanya sementara ini. Banyak para ulama dan para penggiat dakwah mengatakan bahwa kelemahan dari umat sekarang ini adalah banyak dari kita meninggalkan Al Quran, ya memang itu benar adanya dan mungkin saja banyak dari kita yang banyak membaca Al Quran tapi tidak mengambil pelajaran darinya, kita harus pahami bahwa isi kandungan dari Al Quran dan Hadist merupakan sejarah yang haruslah kita pahami dan kita jadikan sebuah pelajaran dalam berkehidupan. Rasulullah diajarkan oleh Allah mengenai kisah kejadian baik itu ilmu penciptaan manusia, kesehatan, peperangan, mengatasi konflik dalam masyarakat itu berdasarkan sejarah masa lalu para Nabi dan Rasul Allah yang telah tiada.

Fellix Siaw, seorang motivator muslim mengatakan bahwa Kaum Muslim kehilangan identitas diri karena kurangnya minat akan membaca biografi dan sejarah muslim yang alhasil menjadikan membebek dan kehilangan kreativitas serta kepercayaan kepada agaknya sendiri dan sangat mudah disetir oleh buku-buku dari dunia barat yang bersifat melemahkan.

Maka Kami jadikan yang demikian itu peringatan bagi orang-orang dimasa itu, dan bagi mereka yang datang kemudian, serta menjadi pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa (Al Baqarah : 66).

Wallahu a’lam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar