Pada saat kaum muslimin masih
mendiami kota Madinah setelah hijrahnya Rasullah dari Mekah ke Madinah, terjadi
beberapa perang yang dipimpin oleh Rasulullah untuk melawan kaum kafir pada
saat itu yang sudah jelas memusuhi kita kaum muslimin. Perang merupakan salah
satu sarana jihad di jalan ALLAH bahkan pada saat perang Umar bin Khathab
dengan sengaja melepaskan jirah (Baca: baju besi) hanya untuk mempermudah
Beliau mati syahid di jalan ALLAH.
Dikisahkan pada salah satu perang
yakni perang Tabuk yang mana pada saat itu kita ketahui bersama bahwa sebelum
berangkat perang Rasulullah tidak menjelaskan secara detail mengenai perang
tersebut Beliau hanya menjelaskan bahwa cuaca pada saat itu sangat panas dan
akan menempuh perjalanan yang jauh melintasi padang pasir yang begitu luas.
Musuh yang dihadapi juga begitu besar. Kondisi kota Madinah pada waktu itu
memang bisa dikatakan sedang baik karena pada saat perang Tabuk ini akan
berlangsung bersamaan dengan musim buah-buahan dan pohon-pohon tumbuh dengan
suburnya. Adanya orang-orang yang tidak pergi berperang mengikuti Rasulullah
pada saat itu bisa dikatakan berjumlah puluhan orang akan tetapi walaupun medan
yang akan ditempuh begitu berat, kenikmatan kota Madinah pada waktu itu begitu
menggiurkan dan ketidakpergian puluhan orang untuk tidak ikut serta dalam
peperangan sama sekali tidak meruntuhkan semangat kaum muslimin yang lain untuk
tetap bersemangat berjuang di jalan ALLAH.
Semangat ini patutlah kita tiru pada
saat kita berjuang di jalan dakwah ini, jangan sampai ketidaksertaan beberapa
orang malah akan melemahkan semangat kita, jangan sampai ketidaksertaan
beberapa orang malah akan membuat rasa gentar kita muncul. Kita harus pahami
bahwa orang-orang yang pergi dan berguguran pasti ALLAH akan menggantinya
dengan yang lebih baik setelah itu. Olehnya tidak ada alasan untuk membuat kita
takut atau cemas akan hal ini. Kalau mengutip kata-kata teman saya santailah,
masih banyak stok..!
Sekarang yang perlu kita yakini dan
tanamkan ke hati dan pikiran kita adalah bahwa kita semua mampu untuk bekerja
dan kita semua mampu untuk berbuat. ALLAH telah menjanjikan kenikmatan yang
begitu luar biasa tidak hanya di dunia tapi juga pada akhir dunia ini. Apa lagi
yang kita cemaskan, apa lagi yang membuat kita takut dan merasa lemah. Jangan
ada dibenak kita ketika melakukan aktivitas dakwah dalam artian melakukan
sesuatu dalam rangka kebaikan akan mengurangi prestasi, waktu belajar tidak
ada, dan berujung pada IPK kita akan turun kita pada saat kita kuliah, jangan
sampai ada dalam benak kita bahwa ketika melakukan aktivitas dakwah akan
mengurangi rezeki kita dalam berbisnis atau dalam mencari nafkah. Sama sekali
tidak saudaraku, Rasulullah dan bahkan para sahabat dan orang-orang yang sampai
akhir hayat mereka terus berjuang untuk agama ALLAH tidak mendapati hal
demikian baik itu prestasi dalam hal keilmuan ataupun dalam hal mencari rezeki.
Bahkan pada perang Badarpun pada saat
jumlah kaum muslimin begitu sedikit dibandingkan kaum kafir yang begitu banyak
dengan persenjataan lengkap, akan tetapi ini sama sekali tidak meruntuhkan
semangat para jundi-jundi ALLAH karena dalam hati dan benak mereka ALLAH ada
dan akan selalu membantu hambanya.
Ingatlah, sesungguhnya wali-wali
Allah itu, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak (pula) bersedih
hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. Bagi mereka
berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan} di akhirat.
Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu
adalah kemenangan yang besar. {Yunus (10): 62-64}
Jadi apa yang kita takutkan untuk
mengambil amanah ini?
Jadi apa yang kita takutkan untuk
tetap melanjutkan amanah ini?
Jadi apa yang kita takutkan untuk
tetap membersamai orang-orang di jalan ini?
Wallahu a’lam bis Shawab…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar