Jumat, 13 Januari 2012

APA YANG KITA TAKUTKAN?



Pada saat kaum muslimin masih mendiami kota Madinah setelah hijrahnya Rasullah dari Mekah ke Madinah, terjadi beberapa perang yang dipimpin oleh Rasulullah untuk melawan kaum kafir pada saat itu yang sudah jelas memusuhi kita kaum muslimin. Perang merupakan salah satu sarana jihad di jalan ALLAH bahkan pada saat perang Umar bin Khathab dengan sengaja melepaskan jirah (Baca: baju besi) hanya untuk mempermudah Beliau mati syahid di jalan ALLAH.

Dikisahkan pada salah satu perang yakni perang Tabuk yang mana pada saat itu kita ketahui bersama bahwa sebelum berangkat perang Rasulullah tidak menjelaskan secara detail mengenai perang tersebut Beliau hanya menjelaskan bahwa cuaca pada saat itu sangat panas dan akan menempuh perjalanan yang jauh melintasi padang pasir yang begitu luas. Musuh yang dihadapi juga begitu besar. Kondisi kota Madinah pada waktu itu memang bisa dikatakan sedang baik karena pada saat perang Tabuk ini akan berlangsung bersamaan dengan musim buah-buahan dan pohon-pohon tumbuh dengan suburnya. Adanya orang-orang yang tidak pergi berperang mengikuti Rasulullah pada saat itu bisa dikatakan berjumlah puluhan orang akan tetapi walaupun medan yang akan ditempuh begitu berat, kenikmatan kota Madinah pada waktu itu begitu menggiurkan dan ketidakpergian puluhan orang untuk tidak ikut serta dalam peperangan sama sekali tidak meruntuhkan semangat kaum muslimin yang lain untuk tetap bersemangat berjuang di jalan ALLAH.

Semangat ini patutlah kita tiru pada saat kita berjuang di jalan dakwah ini, jangan sampai ketidaksertaan beberapa orang malah akan melemahkan semangat kita, jangan sampai ketidaksertaan beberapa orang malah akan membuat rasa gentar kita muncul. Kita harus pahami bahwa orang-orang yang pergi dan berguguran pasti ALLAH akan menggantinya dengan yang lebih baik setelah itu. Olehnya tidak ada alasan untuk membuat kita takut atau cemas akan hal ini. Kalau mengutip kata-kata teman saya santailah, masih banyak stok..! 

Sekarang yang perlu kita yakini dan tanamkan ke hati dan pikiran kita adalah bahwa kita semua mampu untuk bekerja dan kita semua mampu untuk berbuat. ALLAH telah menjanjikan kenikmatan yang begitu luar biasa tidak hanya di dunia tapi juga pada akhir dunia ini. Apa lagi yang kita cemaskan, apa lagi yang membuat kita takut dan merasa lemah. Jangan ada dibenak kita ketika melakukan aktivitas dakwah dalam artian melakukan sesuatu dalam rangka kebaikan akan mengurangi prestasi, waktu belajar tidak ada, dan berujung pada IPK kita akan turun kita pada saat kita kuliah, jangan sampai ada dalam benak kita bahwa ketika melakukan aktivitas dakwah akan mengurangi rezeki kita dalam berbisnis atau dalam mencari nafkah. Sama sekali tidak saudaraku, Rasulullah dan bahkan para sahabat dan orang-orang yang sampai akhir hayat mereka terus berjuang untuk agama ALLAH tidak mendapati hal demikian baik itu prestasi dalam hal keilmuan ataupun dalam hal mencari rezeki.

Bahkan pada perang Badarpun pada saat jumlah kaum muslimin begitu sedikit dibandingkan kaum kafir yang begitu banyak dengan persenjataan lengkap, akan tetapi ini sama sekali tidak meruntuhkan semangat para jundi-jundi ALLAH karena dalam hati dan benak mereka ALLAH ada dan akan selalu membantu hambanya. 

Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak (pula) bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan} di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar. {Yunus (10): 62-64}

Jadi apa yang kita takutkan untuk mengambil amanah ini?
Jadi apa yang kita takutkan untuk tetap melanjutkan amanah ini?
Jadi apa yang kita takutkan untuk tetap membersamai orang-orang di jalan ini?
Wallahu a’lam bis Shawab…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar